ESSAY LMD Nasional (LMD 186)

“Mujahid Muda Untuk Kebangkitan Indonesia 2045”

Indonesia 28 tahun kedepan akan genap memasuki usia satu abad. Usia dimana saya dan para generasi muda lainnya akan menjadi penerus estafet perjuangan bangsa. Pada tahun tersebut diprediksi Indonesia akan mengalami bonus demografi, dimana usia produktif adalah yang terbesar jumlahnya dibanding usia non-produktif. Tentu hal ini bisa menjadi anugerah sekaligus juga bencana. Itu tergantung bagaimana peran generasi muda kedepannya. Sebagai bagian dari generasi muda, saya sedang menempa diri dengan kuliah sungguh-sungguh serta mengikuti berbagai kegiatan di kampus seperti organisasi dan aktivitas sosial. Tak lupa saya seimbangkan dengan masuk di lembaga dakwah dan mengikuti taklim tiap pekannya. Saya percaya bahwa hal-hal yang saya lakukan akan membentuk karakter agar menjadi seorang mujahid.
Mengapa mujahid ? karena mujahid adalah orang yg berjuang demi membela agama. Salah satu faktor terpuruknya bangsa saat ini adalah karena faktor agama, agama terkadang diabaikan dalam urusan dunia. Padahal agama berpengaruh besar terhadap tatanan kehidupan. Olehnya itu kita harus mengambil peran dalam memajukan agama, dengan aktif dalam aktivitas keagamaan. Selanjutnya adalah masalah pendidikan. Ilmu pengetahuan dan teknologi adalah tolok ukur kemajuan suatu bangsa, kita bisa belajar dari negara maju, bagaimana pendidikan dianggap sebagai suatu hal penting sehingga sekolah dan perguruan tinggi dapat menghasilkan banyak kemaslahatan bagi kehidupan. Saya bercita-cita menjadi seorang Mendikbud atau Menristekdikti, sebab saya melihat pendidikan saat ini belum terlalu optimal. Pemerataan pendidikan hendaknya lebih digencarakan lagi, fasilitas di desa-desa juga perlu dibangun, bukan hanya fokus memperbaiki yang sudah bagus di kota, pengadaan buku-buku bacaan khususnya buku bernuansa agama, dan peningkatan kapasitas tenaga pendidik perlu dilakukan agar melahirkan mujahid-mujahid emas kedepannya.



Selanjutnya adalah optimalisasi peran pemuda. Generasi muda tak kunjung menemukan arah dan role model-nya, mereka cenderung mengikuti sesuatu yang baru tanpa pertimbangan, sehingga muncul banyak permasalahan seperti narkoba, free sex, dsb. Untuk itu perlu disediakan wadah seperti komunitas dan kegiatan-kegiatan pengembangan karakter sehingga minat dan bakat dapat tersalurkan dan dapat terhindar dari hal-hal buruk. Peran dan fungsi keluarga sebagai tempat pendidikan pertama juga hendaknya menjadi perhatian besar. Kegiatan wirausaha/entrepreneur khususnya yang berbasis syariah juga perlu dikembangkan mengingat potensi di Indonesia sangat besar sehingga dapat menghasilkan lapangan pekerjaan baru. Di zaman modern, media sangat besar pengaruhnya. Informasi bisa didapatkan kapan saja dan mengubah opini masyarakat khususnya generasi muda. Sesuatu yang benar bisa dianggap salah, kebaikan bisa dianggap keburukan, kejahatan menjadi kemuliaan, ketika media-media memalsukan semua fakta. Olehnya itu perlu dibangun media yang mampu mengimbangi informasi yang semakin merajalela. Peran yang saya lakukan untuk saat ini adalah mengembangkan inovasi dalam belajar Al-Quran, bagaimana menghubungkan orang yang ingin belajar dan mengajarkan Al-Qur’an sehingga manusia bisa lebih dekat dengan agama. Kita harus mengimbangi peran teknologi dengan memanfaatkan teknologi dengan hal-hal positif.

Namun apapun peran/profesi kita kedepannya, yang terpenting adalah kita harus amanah dan mengabdi memberi yang terbaik. Meluruskan niat dan bekerja dengan ikhlas dan professional. Menjadi khalifah adalah sebuah amanah dan pengabdian, dan pengabdian jelas membutuhkan pengorbanan, maka semoga pengorbanan senantiasa berorientasi kepada Allah SWT. Jika pengabdian para ‘mujahid muda’ dapat maksimal, maka bonus demografi 2045 bukan menjadi suatu bencana melainkan menjadi sebuah anugerah.


Makassar, 9 Maret 2017

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Non Destructive Test (NDT) - Jenis Dye Penetrant Test (Material Aluminium)

Hose Test - pada bagian Sea Chest kapal