Postingan

Menampilkan postingan dari 2020
  Peningkatan Kualitas Tenaga Pendidik: Konsep Sekolah Kedinasan Di Indonesia terdapat yang namanya pendidikan kedinasan berikut sekolah kedinasannya. Pendidikan kedinasan adalah pendidikan profesi yang diselenggarakan oleh Kementerian, kementerian lain, atau lembaga pemerintah nonkementerian yang berfungsi untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan dalam pelaksanaan tugas kedinasan bagi pegawai negeri dan calon pegawai negeri. (Bab 1 Pasal 1. PP Nomor 14 Tahun 2010 tentang Pendidikan Kedinasan). Peserta didik pendidikan kedinasan memiliki hak: memperoleh biaya pendidikan kedinasan sesuai dengan keahlian tertentu yang diikutinya; memanfaatkan sarana dan prasarana pendidikan untuk menunjang proses pembelajaran; mendapat bimbingan dari pendidik dan tenaga kependidikan dalam rangka penyelesaian studinya; dan memperoleh layanan informasi mengenai program pendidikan yang diikutinya serta hasil belajarnya. (Pasal 11 Bab V Peserta Didik). Sistem pendidikan kedinasan dalam hal i...

Jika Nanti Kita Sudah Tidak Bisa Lagi Melakukannya

Jum’at ini adalah Jum’at pertama dalam hidupku, Shalat Jum’at dianjurkan dilaksanakan di rumah masing-masing. Setelah azan berkumandang, beberapa saat setelahnya, seperti biasa, iqamah langsung dilantukan oleh muadzin. Meski sayup-sayu terdengar, entah masjid yang dari arah mana. Tiba-tiba aku berpikir. Bagaimana nanti saat kita masih ingin melakukannya (ber-ibadah), Tapi kondisi, ruang, dan waktu sudah tidak memungkinkan lagi bagi kita. Bagaimana nanti, jika kemungkinan terburuk menurut kita, hal ini akan berlangsung cukup lama. Apakah kita sadar akan hal itu? Ataukah justru menjadi pembenaran untuk tidak lagi menutuju tempat-tempat ibadah? Apakah setelah ini kita akan menjadi sadar? Atau sama sekali tidak ada perubahan? Masihkah kita diberi waktu setelah ini? Apakah nanti untuk menyesalpun, kita sudah tidak diberi waktu lagi? Sadarlah, Saudaraku! Makassar, 20 Maret 2020

Pendidikan Dalam Perspektif Islam : Strategi Sistem Pendidikan di Indonesia Guna Membentuk SDM yang Unggul

PENDAHULUAN Latar Belakang Sewaktu bom yang meluluhlantakkan kota Hiroshima dan Nagasaki di Jepang terjadi, konon katanya orang-orang Jepang bukan hanya mempertanyakan tentang kerugian material dari hancurnya barang-barang dan berapa banyak yang tersisa, yang ditanyakan justru berapa jumlah guru yang masih tersisa. Hal ini menggambarkan bagaimana kepedulian negara tersebut terhadap yang namanya pendidikan. Sama dengan Jepang, negeri jiran Malaysia juga sangat memperhatikan kualitas pendidikannya. Dahulu tenaga pendidik Indonesia bahkan dikirim ke Malaysia untuk mengajar, ternyata orang-orang Malaysia sendiri juga sedang bertebaran di belahan bumi lainnya untuk menempuh pendidikan dan kemudian kembali untuk membangun negaranya. Alhasil, kita bisa melihat bagaimana perkembangan yang terjadi di Malaysia. Dulunya orang-orang Malaysia banyak datang berguru ke Indonesia. Sekarang justru sebaliknya, orang Indonesia yang justru banyak merantau ke Malaysia untuk menempuh pendidikan. Ser...