Peningkatan Kualitas Tenaga Pendidik: Konsep Sekolah Kedinasan Di Indonesia terdapat yang namanya pendidikan kedinasan berikut sekolah kedinasannya. Pendidikan kedinasan adalah pendidikan profesi yang diselenggarakan oleh Kementerian, kementerian lain, atau lembaga pemerintah nonkementerian yang berfungsi untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan dalam pelaksanaan tugas kedinasan bagi pegawai negeri dan calon pegawai negeri. (Bab 1 Pasal 1. PP Nomor 14 Tahun 2010 tentang Pendidikan Kedinasan). Peserta didik pendidikan kedinasan memiliki hak: memperoleh biaya pendidikan kedinasan sesuai dengan keahlian tertentu yang diikutinya; memanfaatkan sarana dan prasarana pendidikan untuk menunjang proses pembelajaran; mendapat bimbingan dari pendidik dan tenaga kependidikan dalam rangka penyelesaian studinya; dan memperoleh layanan informasi mengenai program pendidikan yang diikutinya serta hasil belajarnya. (Pasal 11 Bab V Peserta Didik). Sistem pendidikan kedinasan dalam hal i...
Postingan
Jika Nanti Kita Sudah Tidak Bisa Lagi Melakukannya
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Jum’at ini adalah Jum’at pertama dalam hidupku, Shalat Jum’at dianjurkan dilaksanakan di rumah masing-masing. Setelah azan berkumandang, beberapa saat setelahnya, seperti biasa, iqamah langsung dilantukan oleh muadzin. Meski sayup-sayu terdengar, entah masjid yang dari arah mana. Tiba-tiba aku berpikir. Bagaimana nanti saat kita masih ingin melakukannya (ber-ibadah), Tapi kondisi, ruang, dan waktu sudah tidak memungkinkan lagi bagi kita. Bagaimana nanti, jika kemungkinan terburuk menurut kita, hal ini akan berlangsung cukup lama. Apakah kita sadar akan hal itu? Ataukah justru menjadi pembenaran untuk tidak lagi menutuju tempat-tempat ibadah? Apakah setelah ini kita akan menjadi sadar? Atau sama sekali tidak ada perubahan? Masihkah kita diberi waktu setelah ini? Apakah nanti untuk menyesalpun, kita sudah tidak diberi waktu lagi? Sadarlah, Saudaraku! Makassar, 20 Maret 2020
Pendidikan Dalam Perspektif Islam : Strategi Sistem Pendidikan di Indonesia Guna Membentuk SDM yang Unggul
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
PENDAHULUAN Latar Belakang Sewaktu bom yang meluluhlantakkan kota Hiroshima dan Nagasaki di Jepang terjadi, konon katanya orang-orang Jepang bukan hanya mempertanyakan tentang kerugian material dari hancurnya barang-barang dan berapa banyak yang tersisa, yang ditanyakan justru berapa jumlah guru yang masih tersisa. Hal ini menggambarkan bagaimana kepedulian negara tersebut terhadap yang namanya pendidikan. Sama dengan Jepang, negeri jiran Malaysia juga sangat memperhatikan kualitas pendidikannya. Dahulu tenaga pendidik Indonesia bahkan dikirim ke Malaysia untuk mengajar, ternyata orang-orang Malaysia sendiri juga sedang bertebaran di belahan bumi lainnya untuk menempuh pendidikan dan kemudian kembali untuk membangun negaranya. Alhasil, kita bisa melihat bagaimana perkembangan yang terjadi di Malaysia. Dulunya orang-orang Malaysia banyak datang berguru ke Indonesia. Sekarang justru sebaliknya, orang Indonesia yang justru banyak merantau ke Malaysia untuk menempuh pendidikan. Ser...
SETIAP WAKTU DAN KONDISI ADALAH UJIAN
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Dalam menyikapi kehidupan, diantara kita tentu memiliki perspektif yang berbeda-beda. Biasanya itu bergantung dari pemahaman kita. Sehingga dalam memaknai sesuatu terkadang kita sepaham dengan orang lain, kurang sepaham dengan orang lain, atau bahkan tidak sepaham dengan orang lain. Hal itu adalah hal yang wajar, sering kita mendengar istilah ‘lain kepala, lain isinya’. Tapi disini saya tidak ingin membanding-bandingkan isi kepala seseorang (termasuk saya) dengan isi kepala orang lainnya. Ini hanya sebuah perspektif atau pandangan pribadi dalam memaknai atau menyikapi sesuatu, berdasarkan pengalaman yang pernah dilalui atau berdasarkan cerita pengalaman inspiratif dari orang lain. Saya tertarik membahas tentang ‘Ujian’, istilah yang sering kita dengar sejak zaman SD sampai sekarang, khususnya teman-teman yang sedang mempersiapkan untuk seleksi kerja.
Hikmah Idul Adha 1440 H
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
HIKMAH HARI RAYA IDUL ADHA Ringkasan ceramah hikmah Hari Raya Idul Adha (10 Dzulhijjah 1440 H/11 Agustus 2019) Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar Walillahil Hamd Kaum Muslimin, Jamaah Idul Adha Dalam catatan sejarah perkembangan islam, bahwa peringatan hari raya Islam yang dikenal hanya ada 2. Pertama adalah hari raya Idul Fitri, yang disebut sebagai momen deklarasi peletakan batu pertama pondasi ajaran islam, sebab Al Qur’an pertama kali turun kepada Rasulullah Muhammad SAW pada tanggal 17 Ramadan yaitu surah Al-Alaq ayat 1-5. Sebagai rangkaian dari Ramadan ini, maka pada tanggal 1 Syawal diperingatilah hari raya Idul Fitri. Kedua, adalah Hari Raya Idul Adha yang disebut sebagai momentum deklarasi peletakan batu terakhir dan penyempurnaan ajaran Islam, sebab pada tanggal 9 Dzulhijjah tahun 10 Hijriyah ketika Nabi Muhammad SAW sedang wukuf di Padang Arafah, Allah Subhanahu Wa Ta’ala menurunkan ayat terakhir : الْيَوْمَ أَكْ...