Jika Nanti Kita Sudah Tidak Bisa Lagi Melakukannya
Jum’at ini adalah Jum’at pertama dalam hidupku,
Shalat Jum’at dianjurkan dilaksanakan di rumah
masing-masing.
Setelah azan berkumandang, beberapa saat setelahnya, seperti
biasa, iqamah langsung dilantukan oleh muadzin.
Meski sayup-sayu terdengar, entah masjid yang dari arah
mana.
Tiba-tiba aku berpikir.
Bagaimana nanti saat kita masih ingin melakukannya (ber-ibadah),
Tapi kondisi, ruang, dan waktu sudah tidak memungkinkan lagi
bagi kita.
Bagaimana nanti, jika kemungkinan terburuk menurut kita, hal
ini akan berlangsung cukup lama.
Apakah kita sadar akan hal itu?
Ataukah justru menjadi pembenaran untuk tidak lagi menutuju
tempat-tempat ibadah?
Apakah setelah ini kita akan menjadi sadar?
Atau sama sekali tidak ada perubahan?
Masihkah kita diberi waktu setelah ini?
Apakah nanti untuk menyesalpun, kita sudah tidak diberi
waktu lagi?
Sadarlah, Saudaraku!
Makassar, 20 Maret 2020
Komentar